Date: Sun, 9 Jul 1995 10:10:05 -0500
From: Komite Tarbiyah Isnet 
Subject: *** MAJA'AH AS-SADUSI:Prajurit All-Round ***
To: is-lam@macc.wisc.edu, mus-lim@macc.wisc.edu

MAJA'AH AS-SADUSI:

Prajurit All-Round

Ikhwan/akhwat fiLlah, saya ingin mengajak anda berta'aruf dengan: Maja'ah As-Sadusi. Mungkin tidak banyak di antara kita yang mengenal atau mendengar nama pahlawan Islam yang satu ini. Kepahlawanannya diceritakan secara lengkap oleh Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya "Enam Puluh Sahabat RasuluLlah."

Kalau kita boleh terkagum-kagum dengan kehebatan tokoh-tokoh fiktif semacam Rambo dan puluhan tokoh khayali lain dari Hollywood, maka selayaknya kita akan lebih berdecak kagum dengan ke"all-round"an tokoh nyata Maja'ah As-Sadusi ini. Selayaknya pula kita mengenalkan pahlawan-pahlawan Islam ini kepada anak-anak kita dan juga kita sendiri. Sehingga dengan demikian kita dapat memperoleh ibroh dari para sahabat yang mendapat binaan dan tarbiyah langsung dari RasuluLlah SAW.

Siapakah Maja'ah As-Sadusi? Ia adalah seorang prajurit biasa, tapi lebih dari itu ia adalah seorang prajurit teladan kesayangan khalifah Umar bin Khattab. Maja'ah memang mulai aktif dalam berbagai pertempuran menegakkan al-Haq pada masa akhir kekhalifahan Abu Bakr Ash-Shiddiq. Kesholehan dan keberanian serta kehandalannya, membuat Khalifah Umar bin Khattab selalu mempercayainya untuk melakukan tugas-tugas berat dalam setiap ekspedisi.

Maja'ah memang seorang prajurit "all-round". Dr. Muhammad Khalid menulis bahwa Maja'ah adalah seorang intel yang mampu menyusup ke dalam benteng pertahanan musuh tanpa dikenali identitasnya, dalam hal ini setara dengan Hudzaifah Ibnul Yaman, intel dalam perang Khandak. Disamping itu, ia juga merupakan penunggang kuda dan pemanah yang ahli yang mampu mememanah suatu sasaran dari jarak jauh dengan tepat, sambil memacu kuda dengan kecepatan tinggi, dalam hal ini setara dengan sahabat RasuluLlah yang lebih senior yaitu: Al-Barra ibnul Malik.

Tidak itu saja, Maja'ah pun seorang prajurit yang ahli memainkan pedang dan mampu melakukan duel simultan hingga membunuh 200 tentara musuh dalam sebuah pertempuran. Dalam hal ini setara dengan SyaifuLlah: Khalid bin Walid. Dan keahliannya yang lain - ini yang tidak tertandingi oleh sahabat lain - adalah dalam hal menyelam. Ia adalah seorang penyelam ulung di dalam arus air yang kuat tanpa menggunakan peralatan selam. Maja'ah lah yang pertama kali membentuk "pasukan katak" dalam sejarah Islam, yaitu saat melakukan serangan ke benteng terakhir imperium Persia: Tustar.


Wassalamu'alaikum
abu akhyar