Mush’ab Bin ‘Umair

Demikianlah, satu persatu kabilah-kabilah di Yastrib menerima Islam. Hampir semua anggota kedua kabilah besar: Aus dan Khajraj, mau dan mampu menerima Islam. Gaya hidup terasa mulai berubah di Yastrib. Lingkaran jamaah muslim semakin melebar, hampir di setiap perkampungan ditemui halaqah-halaqah Al-Qur’an. Potensi ummat telah tergalang, namun demikian Mush’ab tidak lantas merasa berwenang untuk memutuskan langkah da’wah selanjutnya. Untuk itu Mush’ab mengirim utusan kepada RasuluLlah untuk meminta pendapat beliau mengenai langkah da’wah selanjutnya, apakah perlu diadakan “show of force” dengan sholat berjamaah di Musim haji tiba! Mush’ab bersama tujuh puluh-an muslim Yastrib menuju Makkah dengan tujuan utama menemui pimpinannya: RasuluLlah SAW, untuk melaporkan hasil dan problema da’wah di Yastrib, serta mengantarkan para muslimin Yastrib untuk berbai’ah kepada RasuluLlah SAW. Mush’ab tidak berlama-lama di kampung halamannya, karena tugasnya di Yastrib telah menanti. Beliau 9ksegera kembali bersama rombongan menuju ke Yastrib untuk semakin menggiatkan aktifitas da’wah, serta mempersiapkan kondisi bila sewaktu-waktu RasuluLlah dan muslimin Makkah berhijrah ke Yastrib. Penerapan nilai-nilai Islam di Yastrib berjalan mulus, murni dan konsekuen. Kaum Yahudi tidak banyak berbicara, mereka melihat kekuatan muslimin yang semakin besar, sulit untuk dipecah. Singkatnya, saat itu, kota Yastrib dan mayoritas penduduknya telah siap secara aqidah dan siyasah (politik). Mereka dengan antusias menantikan kedatangan RasuluLlah d an muslimin Makkah.

Akhirnya, sampailah para muhajirrin dari Makkah di Madinah … Islam berkembang semakin luas dan kuat. Pada titik ini, bukan berarti Mush’ab minta pensiun, karena beliau menyadari bahwa tugas seorang da’i tak kenal henti. Beliau tetap terlibat aktif dalam da’wah dan peperangan. Beliau mendapatkan syahid-nya di medan pertempuran Uhud. RasuluLlah sangat terharu sampai menitikkkan air mata ketika melihat jenazah Mush’ab. Kain yang dipakai kuntuk mengkafaninya tidak cukup, bila ditarik untuk menutupi kepalanya, tersingkaplah bagian k akinya, dan bila di tarik ke bawah, tersingkaplah bagian kepalanya. RasuluLlah terkenang dengan masa muda pemuda Quraisy ini yang mempunyai puluhan pasang pakaian yang indah-indah. Saat itulah RasuluLlah membaca bagian dari surat al-Ahzab ayat 23:

“Sebagian mu’min ada yang telah menepati janji mereka kepada ALlah, sebagian mereka mati syahid, sebagian lainnya masih menunggu, dan mereka memang tidak pernah mengingkari janji.”

Mush’ab bin ‘Umair wafat dalam usia belum lagi 40 tahun. Ia masih muda, tidak sempat melihat hasil positif dari kerja akbar yang telah dilakukannya. Semoga ALlah Rabbul Jalil merahmati Mush’ab al-Khair bin ‘Umair.

Wassalamu’alaikum abu akhyar keyword: profil, mushab bin umair, utusan rasulullah

Peace and Blessings upon the Prophet, his Family, and his Companions

© 2012 As-Sunnah Foundation of America

Page 2 of 2 | Previous page

Leave a comment

You must be